PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP EKSISTENSI KEBUDAYAAN DAERAH
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang berjudul ‘pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah’. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada guru kami yang telah membantu kami dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman siswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.
Semoga karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
Barru 04 maret 2013
punulis
erwin
DAFTAR ISI
Kata pengantar :…………………………………………………………………………….. i
Daftar isi :…………………………………………………………………………………… ii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang :………………………………………………………………… 1
B. Identifikasi masalah :…………………………………………………………... 2
C. Rumusan masalah :…………………………………………………………….. 2
D. Tujuan :………………………………………………………………………... 2
BAB II KERANGKA TEORITIK DAN RUMUSAN HIPOTESIS
A. Batasan istilah :………………………………………………………………… 3
B. Sudut pandang pendekatan :…………………………………………………… 3
C. Kerangka berfikir :………………………………………………………….….. 3
D. Rumusan hipotesis :……………………………………………………………. 3
BAB III PEMBAHASAN
A. Pengaruh globalisasi terhadap budaya :………………………………………... 4
B. perubahan globalisasi terhadap kebudayaan tradisional di Indonesia :………... 6
C. perubahan budaya dalam globalisasi kesenian :………………………………... 7
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan :……………………………………………………………………. 9
B. Saran-saran :…………………………………………………………………… 10
C. Daftar pustaka :………………………………………………………………… 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Produksi global atas produk lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.(A.G. Mc.Grew, 1992). Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah,seperti kebudayaan gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya rambut dan sebagainya
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya :
hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara
terjadinya erosi nilai-nilai budaya,
menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme
hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong
kehilangan kepercayaan diri
gaya hidup kebarat-baratan
C. RUMUSAN MASALAH
A. apa pengaruh globalisasi terhadap budaya….?
B. apa perubahan globalisasi terhadap kebudayaan tradisional di Indonesia….?
C. apa perubahan budaya dalam globalisasi kesenian….?
D. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1. . Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah
2. Untuk meningkatkan kesadaran remaja untuk menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri karena kebudayaan merupakan jati diri bangsa
BAB II
KERANGKA TEORITIK DAN RUMUSAN HIPOTESIS
A. BATASAN ISTILAH
Dalam pembuatan makalah ini menggunakan istilah-istilah yang sudah dimengerti oleh masyarakat banyak, adapun tujuan dari penggunaan istilah-istilah tersebut yaitu untuk memudahkan pembaca dalam membaca makalah ini.
B. SUDUT PANDANG PENDEKATAN
Sudut pandang yang kami gunakan dalam pembuatan mekalah ini yaitu sudut pandang secara sosiologis dan psikologis yaitu pengaruh globalisasi pada masyarakat umum dan sikap para pemuda dalam menyikapi pengaruh budaya asing.
C. KERANGKA BERPIKIR
Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan pola paragraf dari umum ke khusus, dengan alasan agar pembaca merasa bingung dalam membaca karena dalam membaca dimulai dari hal-hal yang ringan dulu baru meningkat ke hal-hal yang lebih kompleks.
D. RUMUSAN HIPOTESIS
Adanya globalisasi yang memiliki dampak positif maupun negative, maka perlu adanya tindak lanjut dalam menyikapi globalisasi tersebut. Adapun tindakan-tindakan yang dapat dilakukan yaitu :
1. Menambah porsi pengetahuan tentang kebudayaan bangsa di sekolah-sekolah baik mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi
2. Menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
3. Mengadakan berbagai pertunjukan kubudayaan
4. Membatasi acara-acara yang dapat memunculkan rasa cinta terhadap budaya asing.
BAB III PEMBAHASAN
A. GLOBALISASI DAN BUDAYA
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi system idea tau gagasan yang terdapat dalam fikiran manusia,sehingga kebudayaan itu bersifat abstrak. Perwujudan dari kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya yang berupa perilaku maupun benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola perilaku, bahasa, organisasi social, kesenian dan lain sebagainya yang berfungsi untuk menunjang kehidupan bermasyrakatnya. Kebudayaan dari barat saat ini sudah mendominasi segala aspek kehidupan pada masyarakat Indonesia. Peradaban yang disebarkan oleh barat telah mengacu terhadap segala hal dan hal itu telah menguasai dunia tak terkecuali bangsa Indonesia, peradaban bangsa kita saat ini secara perlahan mulai mengikuti kebudayaan bangsa barat.
Kebudayaan barat masuk ke Indonesia disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kerana adanya krisis globalisasi yang telah meracuni sebagian besar masyarakat Indonesia. Siapa yang bisa menolak segala kemajuan yang ditawarkan oleh peradaban barat. Pengaruh kebudayaan barat berjalan sangat cepat dan menyeluruh. Tentunya hal itu akan menimbulkan pengaruh yang sangat luas pada system social dan budaya masyrakat Indonesia. Pengaruh yang berjalan begitu cepat tersebut menimbulkan terjadinya goncangan social atau culture shock yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mampu menhan berbagai pengaruh kebudayaan yang dating dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan di dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Adanya penyerapan unsure budaya dari luar yang dilakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menimbulkan ketimpangan antara wujud yang ditampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut sebagai ketimpangan budaya. Setiap peradaban akan saling mempengaruhi. Peradaban yang dianggap lebih maju cenderung memiliki pengaruh yang lebih luas bagi peradaban-peradaban yang lain.
Budaya barat yang masuk ke Indonesia menimbulkan multi efek. Perkembangan tekhnologi dan masuknya budaya barat ke Indonesia, tanpa disadari secara perlahan telah menghancurkan kebudayaan bangsa Indonesia. Rendahnya pengetahuan menyebabkan akulturasi kebudayaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung didalam kebudayaan bangsa Indonesia. Masuknya kebudayaan barat tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah/apa adanya, mengakibatkan terjadinya degredasi yang sangat luar biasa terhadap kebudayaan asli.
Budaya asli Indonesia secara perlahan mulai punah, berbagai budaya barat yang menghantarkan kita untuk hidup modern yang meninggalkan segala hal yang tradisional, hal ini memicu orang bersifat antara lain sebagai sikap individualis, matrealistis dan hedonisme.
Gaung globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon Kemoni, sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran. Tetapi, menurut Simon Kimoni, dalam proses ini, negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Dalam rangka ini, berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan menambah pengalaman mereka. Terkait dengan seni dan budaya, Seorang penulis asal Kenya bernama Ngugi Wa Thiong’o menyebutkan bahwa perilaku dunia Barat, khususnya Amerika seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap rakyat dunia. Mereka berusaha untuk menghancurkan tradisi dan bahasa pribumi sehingga bangsa-bangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari indentitas budaya nasionalnya. Penulis Kenya ini meyakini bahwa budaya asing yang berkuasa di berbagai bangsa, yang dahulu dipaksakan melalui imperialisme, kini dilakukan dalam bentuk yang lebih luas dengan nama globalisasi.
B.PENGARUH GLOBALISASI DALAM KEBUDAYAAN TRADISIONAL DI INDONESIA
Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.
Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit demi sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan erat dngan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya kita.Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya luar.Masyarakat sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC,steak,burger,dan lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu keseharian dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai jenis makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari daerah asal mereka.
Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.
Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan demikian berlangsung selama beberapa generasi. Pada hakekatnya bangsa Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti.. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.
C. PERUBAHAN GLOBALISASI TERHADAP KESENIAN BUDAYA
Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa.
Sekarang ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia. Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Peristiwa transkultural seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”.
Wayang orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi. Di sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri, terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Selain ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan di aula Kertarajasa, Museum Nasional.
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
A. Kesimpulan pembahasan 1
Pengaruh globalisasi disatu sisi menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia. Norma-norma yang tertanam didalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan mulai pudar. Berkembanganya teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Radhakrishnan dalam bukunya Eastern Religion and Western Though (1924) menyatakan “untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, kesadaran akan kesatuan dunia telah menghentakkan kita, entah suka atau tidak, Timur dan Barat telah menyatu dan tidak pernah lagi terpisah. Artinya adalah bahwa antara barat dan timur tidak ada lagi perbedaan. Atau dengan kata lain kebudayaan kita dilebur dengan kebudayaan asing. Apabila timur dan barat bersatu,maka secara tidak langsung budaya yang terdapat didalam kebudayaan timur secara perlahan akan luntur karena kebudayaan barat telah berorientasi pada kemajuan dan kemudahan. Sikap-sikap yang negative akan terus berkembang dimasyarakat,seperti individualis, matrialistis dan hedonis.
B. KESIMPULAN PEMBAHASAN 2
Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal.
Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
C. KESIMPULAN PEMBAHASAN 3
Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa.
Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”.
B. SARAN – SARAN
Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu :
1. Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa
2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative. 5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.
C. DAFTAR PUSTAKA
1. Kuntowijoyo, Budaya Elite dan Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
2. Sapardi Djoko Damono, Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
3. Fuad Hassan. “Pokok-pokok Bahasan Mengenai Budaya Nusantara Indonesia”. Dalam http://kongres.budpar.go.id/news/article/Pokok_pokok_bahasan.htm, didownload 7/15/04.
4. Koenjaraningrat. 1990. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
5. Adeney, Bernard T. 1995. Etika Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kanisius. Al-Hadar Smith, “Syariah dan Tradisi Syi’ah Ternate”, dalam http://alhuda.or.id/rub_budaya.htm , didown load 7/15/04. 6. http://www.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah.com/
My World
email : emakumala4@gmail.com
Minggu, 25 Januari 2015
Kamis, 27 November 2014
Soal-Soal tentang sistem pemerintahan Afrika Selatan dan Autralia
1. Afrika selatan menerapkan sistem politik anti perlakuan yang berbeda terhadap jenis warna kulit , yang sering disebut...
a. Apartheid
b. Diskriminasi
c. Anti-apartheid
d. Konsolidasi
e. Integrasi
2. Bentuk negara Afrika selatan adalah....
a. Republik
b. Kesatuan
c. Monarki
d. Monarki konstitutional
e. Monarki parlementer
3. Bentuk pemerintahan dan Sistem pemerintahan negara Afrika selatan adalah....
a. Republik, presidensial
b. Parlementer,monarki
c. Republik,presidensial
d. Republik,monarki
e. Kesatuan,parlementer
4. Parlemen di Afrika terdiri dari 2 bagian yaitu..
a. Senat dan dewan perwakilan
b. majelis nasional dan dewan nasional
c. majelis nasional dan dewan perwakilan
d. majelis nasional dan dewan nasional provinsi
e. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
5. Pemilu di Afrika selatanterakhir pada April 2004, dimana dimenangkan oleh partai...
a. partai ANC memenangkan kursi parlemen
b. partai kebebasan Inkatha
c. Aliansi demokrat
d. Demokrat bebas
e. Partai Nasional Baru atau NNP
6. Jumlah lembaga legislatif di Afrika selatan adalah...
a. 310
b. 400
c. 90
d. 410
e. 100
7. Afrika selatan memiliki 3 ibukota yaitu legislatif, ekskutif dan yudikatif, ibukota yang diakui adalah...
a. CapeTown
b. Johannesburg
c. Pretoria
d. Bloemfontein
e. Victoria
8. Jumlah provinsi di Afrika selatan ada....
a. 33
b. 34
c. 3
d. 8
e. 9
9. Jumlah anggota dewan nasional di afrika selatah adalah ....
a. 400
b. 90
c. 310
d. 210
e. 410
10. Sistem kepartaian afrika selatan adalah...
a. Multipartai
b. Bipartai
c. Bilokal
d. Bikameral
e. Konstitutional
11. Australia terdiri dari ... negara bagian yang menjadi negara federasi
a. 8
b. 6
c. 7
d. 9
e. 10
12. Menteri di australia bertanggungjawab penuh pada...
a. Presiden
b. DPR
c. Kepala negara
d. MA
e. Parlemen
13. Sistem parlemen Australia terdiri dari....
a. Senat dan dewan perwakilan
b. majelis nasional dan dewan nasional
c. majelis nasional dan dewan perwakilan
d. majelis nasional dan dewan nasional provinsi
e. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
14. Bentuk pemerintahan Australia adalah....
a. Parlementer
b. monarki konstitutional
c. presidensiil
d. monarki absolur
e. monarki parlementer
15. Terdapat 3 tingkat pemerintahan di Australia yaitu....
a. Presidensiil,parlementer,monarki
b. Monarki,absolut,fedral
c. federal, negara bagian/teritori, lokal
d. federal, negara bagian/teritori,monarki
e. presidensiil,monarki,federal
16. Setiap negara bagian di Australia diwakili 12 senator yang masa jabatannya ... tahun
a. 8
b. 7
c. 6
d. 5
e. 4
17. Australia memiliki parlemen yang bikameral terdiri dari senat yang berisi ... senator
a. 100
b. 90
c. 310
d. 400
e. 76
18. Australia memiliki parlemen yang bikameral terdiri sebuah dewan perwakilan yang memiliki ... anggota
a. 100
b. 90
c. 310
d. 150
e. 400
19. Pemilihan anggota parlemen di australia diadakan ... tahun sekali
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
e. 7
20. Menerapkan hukum yang dibuat oleh parlemen persemakmuran yang mencakup bidang perdagangan,karantina,mata uang, paten, perkawinan, imigrasi,pertahanan,telekomunikasi,dan penyediaan kesejahteraan dan pembayaran bantuan lain merupakan tugas...
a. DPR
b. MPR
c. Kepala negara
d. Pemerintah Federal
e. Senat
21. Dalam istilah “sistem pemerintahan” kata sistem berarti....
a. Susunan teratur dari pandangan, teori, asas dan sebagainya
b. Seperangkat unsur yang saling berkaitan membentuk totalitas
c. Proses melaksanakan suatu kegiatan
d. Cara atau metode
e. Semua jawaban di atas benar
22. Pemerintahan dalam arti luas adalah....
a. Pelaksanaan kekuasaan eksekutif dalam suatu negara
b. Pelaksana kekuasaan legislatif dan eksekutif dalam suatun negara
c. Pelaksana kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam suatu negara
d. Pelaksana kekuasaan legislatif dan yudikatif dalam suatu negara
e. Pelaksana kekuasaan legislatif, yudikatif, dan federatif dalam suatu negara
23. Menurut Polybius, demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang akan lahir sebagai reaksi terhadap....
a. Pemerintahan Monarkhi
b. Pemerintahan Tirani
c. Pemerintahan Aristokrasi
d. Pemerintahan Oligarkhi
e. Pemerintahan Oklokrasi
24. Dalam pelaksanaannya, bentuk pemerintahan republik dapat dibedakan atas republik absolut, konstitusional, dan....
a. Demokrasi
b. Eksraparlementer
c. Parlementer
d. Kerakyatan
e. Presidensial
25. Contoh negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer adalah....
a. Filipina
b. Indonesia
c. Amerika Serikat
d. Inggris
e. Australia
26. Negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial adalah....
a. Inggris
b. Jepang
c. Malaysia
d. Australia
e. Amerika serikat
27. Menurut Aristoteles “bentuk pemerintahan di mana kekuasaan negara yang tertinggi ada di tangan rakyat yang pemerintahannya untuk kepentingan rakyat”adalah....
a. Demokrasi
b. Politi
c. Aristokrasi
d. Monarki
e. Oligarki
28. Oklokrasi merupakan bentuk pemerintahan....
a. Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seorang tiran (sewenang-wenang) sehingga jauh dari cita-cita keadilan
b. Bentuk pemerintah yang dipegang oleh orang-orang yang ingin mencapai kemashyuran dan kehormatan
c. Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat jelata
d. Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh kaum cendekiawan yang dilaksanakan sesuai dengan pikiran keadilan
e. Bentuk pemerintahan yang dipegang rakyat yang mementingkan dirinya sendiri
29. Berikut adalah ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer, kecuali....
a. Presiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan
b. Pemusatan kekuasaan ke tangan parlemen
c. Semua anggota kabinet merupakan anggota perlemen
d. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen
e. Parlemen dapat membubarkan kabinet
30. Dalam sistem pemerintahan presidensial, Presiden tidak berwenang untuk....
a. Membubarkan parlemen atau badan legislatif
b. Membentuk kabinet sebagai pembantunya
c. Memberhentkan para menteri
d. Menjalankan fungsi sebagai kepala negara
e. Menjalankan fungsi sebagai kepala pemerintahan
31. Prinsip-prinsip sistem pemerintahan parlementer pada hakikatnya merupakan....
a. Intisari kebiasaan ketatanegaraan dan hasil pemikiran para pembentuk konstitusi kerajaan Inggris
b. Intisari kebiasaan ketatanegaraan di Amerika Serikat
c. Hasil pemikiran para pembentuk konstitusi kerajaan Inggris
d. Hasil pemikiran para pembentuk konstitusi Amerika serikat
e. Intisari kebiasaan ketatanegaraan di kerajaan Inggris
32. Berikut merupakan kelemahan sistem pemerintahan Parlementer, kecuali....
a. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen
b. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tak bisa ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar
c. Kabinet dapat mengendalikan palemen, hal ini terjadi bila para anggota kabinet partai mayoritas
d. Parlemen menjadi termpat kederisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif, pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimamfaatkan dan menjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya
e. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
33. Dalam sistem presidensial, yang menyelenggarakan pemerintahan dalam arti yang sebernarnya.....
a. Presiden dan menteri-menterinya
b. Presiden bersama dengan DPR
c. Presiden dan wakil presiden
d. Kepala negara dengan menteri
e. Presiden dengan perdana menteri
34. Dasar berlakunya sistem pemerintahan parlementer di awal kemerdekaan RI sampai 27 Desember 1949 adalah...
a. Undang-Undang Dasar 1945
b. Konstitusi RIS 1949
c. Undang-Undang Dasar Sementara 1950
d. Maklumat Pemerintah 14 November 1945
e. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
35. Dasar berlakunya sistem pemerintahan parlementer pada masa antara 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 adalah....
a. Undang-Undang Dasar 1945
b. Maklumat Pemerintah 14 November 1945
c. Konstitusi RIS 1949
d. Undang-Undang Dasar Sementara 1950
e. Dekrit Presiden 1959
a. Apartheid
b. Diskriminasi
c. Anti-apartheid
d. Konsolidasi
e. Integrasi
2. Bentuk negara Afrika selatan adalah....
a. Republik
b. Kesatuan
c. Monarki
d. Monarki konstitutional
e. Monarki parlementer
3. Bentuk pemerintahan dan Sistem pemerintahan negara Afrika selatan adalah....
a. Republik, presidensial
b. Parlementer,monarki
c. Republik,presidensial
d. Republik,monarki
e. Kesatuan,parlementer
4. Parlemen di Afrika terdiri dari 2 bagian yaitu..
a. Senat dan dewan perwakilan
b. majelis nasional dan dewan nasional
c. majelis nasional dan dewan perwakilan
d. majelis nasional dan dewan nasional provinsi
e. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
5. Pemilu di Afrika selatanterakhir pada April 2004, dimana dimenangkan oleh partai...
a. partai ANC memenangkan kursi parlemen
b. partai kebebasan Inkatha
c. Aliansi demokrat
d. Demokrat bebas
e. Partai Nasional Baru atau NNP
6. Jumlah lembaga legislatif di Afrika selatan adalah...
a. 310
b. 400
c. 90
d. 410
e. 100
7. Afrika selatan memiliki 3 ibukota yaitu legislatif, ekskutif dan yudikatif, ibukota yang diakui adalah...
a. CapeTown
b. Johannesburg
c. Pretoria
d. Bloemfontein
e. Victoria
8. Jumlah provinsi di Afrika selatan ada....
a. 33
b. 34
c. 3
d. 8
e. 9
9. Jumlah anggota dewan nasional di afrika selatah adalah ....
a. 400
b. 90
c. 310
d. 210
e. 410
10. Sistem kepartaian afrika selatan adalah...
a. Multipartai
b. Bipartai
c. Bilokal
d. Bikameral
e. Konstitutional
11. Australia terdiri dari ... negara bagian yang menjadi negara federasi
a. 8
b. 6
c. 7
d. 9
e. 10
12. Menteri di australia bertanggungjawab penuh pada...
a. Presiden
b. DPR
c. Kepala negara
d. MA
e. Parlemen
13. Sistem parlemen Australia terdiri dari....
a. Senat dan dewan perwakilan
b. majelis nasional dan dewan nasional
c. majelis nasional dan dewan perwakilan
d. majelis nasional dan dewan nasional provinsi
e. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
14. Bentuk pemerintahan Australia adalah....
a. Parlementer
b. monarki konstitutional
c. presidensiil
d. monarki absolur
e. monarki parlementer
15. Terdapat 3 tingkat pemerintahan di Australia yaitu....
a. Presidensiil,parlementer,monarki
b. Monarki,absolut,fedral
c. federal, negara bagian/teritori, lokal
d. federal, negara bagian/teritori,monarki
e. presidensiil,monarki,federal
16. Setiap negara bagian di Australia diwakili 12 senator yang masa jabatannya ... tahun
a. 8
b. 7
c. 6
d. 5
e. 4
17. Australia memiliki parlemen yang bikameral terdiri dari senat yang berisi ... senator
a. 100
b. 90
c. 310
d. 400
e. 76
18. Australia memiliki parlemen yang bikameral terdiri sebuah dewan perwakilan yang memiliki ... anggota
a. 100
b. 90
c. 310
d. 150
e. 400
19. Pemilihan anggota parlemen di australia diadakan ... tahun sekali
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
e. 7
20. Menerapkan hukum yang dibuat oleh parlemen persemakmuran yang mencakup bidang perdagangan,karantina,mata uang, paten, perkawinan, imigrasi,pertahanan,telekomunikasi,dan penyediaan kesejahteraan dan pembayaran bantuan lain merupakan tugas...
a. DPR
b. MPR
c. Kepala negara
d. Pemerintah Federal
e. Senat
21. Dalam istilah “sistem pemerintahan” kata sistem berarti....
a. Susunan teratur dari pandangan, teori, asas dan sebagainya
b. Seperangkat unsur yang saling berkaitan membentuk totalitas
c. Proses melaksanakan suatu kegiatan
d. Cara atau metode
e. Semua jawaban di atas benar
22. Pemerintahan dalam arti luas adalah....
a. Pelaksanaan kekuasaan eksekutif dalam suatu negara
b. Pelaksana kekuasaan legislatif dan eksekutif dalam suatun negara
c. Pelaksana kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam suatu negara
d. Pelaksana kekuasaan legislatif dan yudikatif dalam suatu negara
e. Pelaksana kekuasaan legislatif, yudikatif, dan federatif dalam suatu negara
23. Menurut Polybius, demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang akan lahir sebagai reaksi terhadap....
a. Pemerintahan Monarkhi
b. Pemerintahan Tirani
c. Pemerintahan Aristokrasi
d. Pemerintahan Oligarkhi
e. Pemerintahan Oklokrasi
24. Dalam pelaksanaannya, bentuk pemerintahan republik dapat dibedakan atas republik absolut, konstitusional, dan....
a. Demokrasi
b. Eksraparlementer
c. Parlementer
d. Kerakyatan
e. Presidensial
25. Contoh negara yang menganut sistem pemerintahan parlementer adalah....
a. Filipina
b. Indonesia
c. Amerika Serikat
d. Inggris
e. Australia
26. Negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial adalah....
a. Inggris
b. Jepang
c. Malaysia
d. Australia
e. Amerika serikat
27. Menurut Aristoteles “bentuk pemerintahan di mana kekuasaan negara yang tertinggi ada di tangan rakyat yang pemerintahannya untuk kepentingan rakyat”adalah....
a. Demokrasi
b. Politi
c. Aristokrasi
d. Monarki
e. Oligarki
28. Oklokrasi merupakan bentuk pemerintahan....
a. Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seorang tiran (sewenang-wenang) sehingga jauh dari cita-cita keadilan
b. Bentuk pemerintah yang dipegang oleh orang-orang yang ingin mencapai kemashyuran dan kehormatan
c. Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh rakyat jelata
d. Bentuk pemerintahan yang dipegang oleh kaum cendekiawan yang dilaksanakan sesuai dengan pikiran keadilan
e. Bentuk pemerintahan yang dipegang rakyat yang mementingkan dirinya sendiri
29. Berikut adalah ciri-ciri sistem pemerintahan parlementer, kecuali....
a. Presiden adalah kepala negara dan kepala pemerintahan
b. Pemusatan kekuasaan ke tangan parlemen
c. Semua anggota kabinet merupakan anggota perlemen
d. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen
e. Parlemen dapat membubarkan kabinet
30. Dalam sistem pemerintahan presidensial, Presiden tidak berwenang untuk....
a. Membubarkan parlemen atau badan legislatif
b. Membentuk kabinet sebagai pembantunya
c. Memberhentkan para menteri
d. Menjalankan fungsi sebagai kepala negara
e. Menjalankan fungsi sebagai kepala pemerintahan
31. Prinsip-prinsip sistem pemerintahan parlementer pada hakikatnya merupakan....
a. Intisari kebiasaan ketatanegaraan dan hasil pemikiran para pembentuk konstitusi kerajaan Inggris
b. Intisari kebiasaan ketatanegaraan di Amerika Serikat
c. Hasil pemikiran para pembentuk konstitusi kerajaan Inggris
d. Hasil pemikiran para pembentuk konstitusi Amerika serikat
e. Intisari kebiasaan ketatanegaraan di kerajaan Inggris
32. Berikut merupakan kelemahan sistem pemerintahan Parlementer, kecuali....
a. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen
b. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tak bisa ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar
c. Kabinet dapat mengendalikan palemen, hal ini terjadi bila para anggota kabinet partai mayoritas
d. Parlemen menjadi termpat kederisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif, pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimamfaatkan dan menjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya
e. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan.
33. Dalam sistem presidensial, yang menyelenggarakan pemerintahan dalam arti yang sebernarnya.....
a. Presiden dan menteri-menterinya
b. Presiden bersama dengan DPR
c. Presiden dan wakil presiden
d. Kepala negara dengan menteri
e. Presiden dengan perdana menteri
34. Dasar berlakunya sistem pemerintahan parlementer di awal kemerdekaan RI sampai 27 Desember 1949 adalah...
a. Undang-Undang Dasar 1945
b. Konstitusi RIS 1949
c. Undang-Undang Dasar Sementara 1950
d. Maklumat Pemerintah 14 November 1945
e. Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
35. Dasar berlakunya sistem pemerintahan parlementer pada masa antara 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 adalah....
a. Undang-Undang Dasar 1945
b. Maklumat Pemerintah 14 November 1945
c. Konstitusi RIS 1949
d. Undang-Undang Dasar Sementara 1950
e. Dekrit Presiden 1959
Persamaan dan Perbedaan sistem pemerintahan Afrika Selatan dengan Indonesia dan Australia dengan Indonesia serta Kelebihan sistem pemerintahan Indonesia dibandingkan dengan sistem pemerintahan Afrika Selatan dan Australia
Kelebihan sistem pemerintahan Indonesia dibandingkan dengan sistem pemerintahan Afrika Selatan dan Australia
- • Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan terkait
- • Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang sama, sehingga tidak bisa saling menjatuhkan
- • Tidak ada status tumpang tindih antara badan eksekutif dan legislatif
- • Badan ekskutif lebih stabil karena tidak bergantung pada parlemen
- • Menteri tidak dapat dijatuhkan parlemen karena bertanggungjawab pada presiden
- • Pemerintah dapat leluasa karena tidak ada bayang-bayang krisis kabinet
- • Legislatif dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri
- • Masa jabatan eksekutif lebih pasti, dengan jangka waktu tertentu
- • Penyusun program kerja kabinet lebih mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya
SISTEM PEMERINTAHAN AFRIKA SELATAN
SISTEM PEMERINTAHAN AFRIKA SELATAN
1. Nama Resmi : Republic of South Africa
2. Bentuk Pemerintahan : Republik
3. Kepala Negara : Presiden
4. Ibukota :a. Cape Town(legislatif)
b. Pretoria (Exekutif)
c. bloem-fountain (Yudikatif)
5. Suku Asli : Suku Zuhu
6. Suku Bangsa : Negro, Indian, kulit putih
7. Bangsa : Inggris dan Afrika
8. Mata Uang : Rand
9. Luas Wilayah : 1.219.912 km persegi
10. Jumlah Penduduk : 49.991.300 (2012)
11. Pendapatan perkapita : $8.653 (2012)
Afrika Selatan menerapkan sistem politik demokrasi anti-apartheid. Bentuk negaranya adalah kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. Sistem pemerintahan di Afrika Selatan adalah presidensil. Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi. Setiap Provinsi di Afrika Selatan mempunyai satu penggubal undang-undang negeri dan Majelis Eksekutif yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri atau “Premier”.
1. KEDUDUKAN PRESIDEN/RAJA/KAISAR
Presiden Afrika Selatan memegang dua jabatan yaitu sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan. Ia dipilih sewaktu Majelis Nasional (National Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces) bergabung. Lazimnya, Presiden adalah pemimpin partai mayoritas di Parlemen.
2. KEDUDUKAN DPR/PARLEMEN
1. Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi.
2. Majelis Nasional adalah majelis rendah dari Parlemen Afrika Selatan, yang terletak di Cape Town, Western Cape Propinsi. Ini terdiri dari tidak kurang dari 350 dan tidak lebih dari 400 anggota. Hal ini dipilih setiap lima tahun menggunakan daftar partai perwakilan proporsional sistem, dimana setengah dari anggotanya dipilih secara proporsional dari 9 daftar provinsi sisa separuh dari daftar nasional untuk memulihkan proporsionalitas. Majelis Nasional dipimpin oleh seorang ketua, dibantu oleh wakil ketua.
3. Dewan Nasional Provinsi adalah dewan pemerintahan yang berada ditingkat provinsi.
3. SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN MENTERI
1. Afrika Selatan menggunakan Kabinet Presidensial. Dimana Kabinet Presidensial adalah suatu kabinet yang pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh Presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai kepala pemerintah, sehingga para menteri tidak bertanggungjawab kepada parlemen/DPR, melainkan kepada Presiden.
2. Sejarah Politik Apartheid di Afrika Selatan
3. Bermula dari kedatangan Bangsa Belanda dan Inggris di negara tersebut yang perlahan mulai menguasai negara itu. Sehingga terjadinya politik / kebijakan Apartheid yaitu politik Perbedaan ras atau warna kulit, antara orang kulit putih(Eropa dll) dengan orang kulit berwarna (Afrika). Pada saat itu Orang kulit putih dianggap memiliki strata lebih tinggi dibanding orang kulit berwarna/hitam sehingga menyebabkan banyak terjadinya penindasan dan ketidakadilan terhadap ras kulit hitam. Politik ini juga menimbulkan banyak protes dari bangsa/ras kulit hitam diantaranya dalah organisasi ANC/Kongres ANC yang dipimpin oleh Nelson Mandela pada tahun 1961 sehingga akhirnya politik apartheid pun dihapuskan.
Kesimpulan :
1. Sistem Pemerintahan di Afrika Selatan adalah Presidensil
2. Afrika Selatan menerapkan politik demokrasi anti apartheid,setelah sebelumnya menggunakan politik apartheid
3. Bentuk negara : Kesatuan, Bentuk Pemerintahan : Republik
4. Parlemen terdiri dari 2 bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi
1. Nama Resmi : Republic of South Africa
2. Bentuk Pemerintahan : Republik
3. Kepala Negara : Presiden
4. Ibukota :a. Cape Town(legislatif)
b. Pretoria (Exekutif)
c. bloem-fountain (Yudikatif)
5. Suku Asli : Suku Zuhu
6. Suku Bangsa : Negro, Indian, kulit putih
7. Bangsa : Inggris dan Afrika
8. Mata Uang : Rand
9. Luas Wilayah : 1.219.912 km persegi
10. Jumlah Penduduk : 49.991.300 (2012)
11. Pendapatan perkapita : $8.653 (2012)
Afrika Selatan menerapkan sistem politik demokrasi anti-apartheid. Bentuk negaranya adalah kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. Sistem pemerintahan di Afrika Selatan adalah presidensil. Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi. Setiap Provinsi di Afrika Selatan mempunyai satu penggubal undang-undang negeri dan Majelis Eksekutif yang diketuai oleh seorang Perdana Menteri atau “Premier”.
1. KEDUDUKAN PRESIDEN/RAJA/KAISAR
Presiden Afrika Selatan memegang dua jabatan yaitu sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan. Ia dipilih sewaktu Majelis Nasional (National Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces) bergabung. Lazimnya, Presiden adalah pemimpin partai mayoritas di Parlemen.
2. KEDUDUKAN DPR/PARLEMEN
1. Parlemen di Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi.
2. Majelis Nasional adalah majelis rendah dari Parlemen Afrika Selatan, yang terletak di Cape Town, Western Cape Propinsi. Ini terdiri dari tidak kurang dari 350 dan tidak lebih dari 400 anggota. Hal ini dipilih setiap lima tahun menggunakan daftar partai perwakilan proporsional sistem, dimana setengah dari anggotanya dipilih secara proporsional dari 9 daftar provinsi sisa separuh dari daftar nasional untuk memulihkan proporsionalitas. Majelis Nasional dipimpin oleh seorang ketua, dibantu oleh wakil ketua.
3. Dewan Nasional Provinsi adalah dewan pemerintahan yang berada ditingkat provinsi.
3. SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN MENTERI
1. Afrika Selatan menggunakan Kabinet Presidensial. Dimana Kabinet Presidensial adalah suatu kabinet yang pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh Presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai kepala pemerintah, sehingga para menteri tidak bertanggungjawab kepada parlemen/DPR, melainkan kepada Presiden.
2. Sejarah Politik Apartheid di Afrika Selatan
3. Bermula dari kedatangan Bangsa Belanda dan Inggris di negara tersebut yang perlahan mulai menguasai negara itu. Sehingga terjadinya politik / kebijakan Apartheid yaitu politik Perbedaan ras atau warna kulit, antara orang kulit putih(Eropa dll) dengan orang kulit berwarna (Afrika). Pada saat itu Orang kulit putih dianggap memiliki strata lebih tinggi dibanding orang kulit berwarna/hitam sehingga menyebabkan banyak terjadinya penindasan dan ketidakadilan terhadap ras kulit hitam. Politik ini juga menimbulkan banyak protes dari bangsa/ras kulit hitam diantaranya dalah organisasi ANC/Kongres ANC yang dipimpin oleh Nelson Mandela pada tahun 1961 sehingga akhirnya politik apartheid pun dihapuskan.
Kesimpulan :
1. Sistem Pemerintahan di Afrika Selatan adalah Presidensil
2. Afrika Selatan menerapkan politik demokrasi anti apartheid,setelah sebelumnya menggunakan politik apartheid
3. Bentuk negara : Kesatuan, Bentuk Pemerintahan : Republik
4. Parlemen terdiri dari 2 bagian, yaitu majelis nasional dan dewan nasional provinsi
Rabu, 19 November 2014
SOAL SOAL TENTANG PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
1. Kedaulatan rakyat, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Hal ini merupakan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka
cerminan sila ….
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
2. Membedakan fasilitas umum antara pejabat dengan rakyat biasa. Hal
tersebut merupakan sikap yang bertentangan dengan cerminan Pancasila sila ….
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
3. Setiap warga negara Indonesia diberikan kebebasan untuk memilih
dan menentukan sikap dalam memeluk suatu agama yang diakui oleh pemerintah
Indonesia. Hal ini merupakan cerminan dari Pancasila sila ….
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
4. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia
2) Mengakui bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan
kewajiban yang sama
3) Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum atau
orang lain
4) Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan
5) Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan
lingkungan masyarakat sekitar
Dari pernyataan di atas yang mencerminkan sila
kelima adalah ….
a. 1)
b. 2) dan 4)
c. 3) dan 5)
d. 2)
e. 3)
5. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan
lingkungan masyarakat sekitar
2) Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia
3) Mengakui bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan
kewajiban yang sama
4) Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum atau
orang lain
5) Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan
Dari pernyataan di atas yang mencerminkan sila
ketiga adalah ….
a. 1)
b. 2)
c. 3) dan 4)
d. 5)
e. 1) dan 2)
6. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Mengakui bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan
kewajiban yang sama
2) Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan
3) Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan
lingkungan masyarakat sekitar
4) Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia
5) Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum atau
orang lain
Dari pernyataan di atas yang mencerminkan sila
keempat adalah ….
a. 1)
b. 3) dan 5)
c. 4)
d. 2)
e. 4) dan 5)
7. Pernyataan – pernyataan di bawah ini yang merupakan sikap positif
terhadap Pancasila berupa cerminan dari sila kedua adalah ….
a. Tidak menghina dan mencela pemeluk agama lain.
b. Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia.
c. Mufakat atas kehendak rakayat bersama.
d. Mengakui dan menghargai
keberadaan orang lain, bermasyarakat secara adil tanpa membedakan golongan.
e. Perlakuan adil dalam berbagai kehidupan atau
tidak diskriminasi.
8. Pernyataan – pernyataan berikut ini yang merupakan cerminan dari
sila kelima adalah ….
a. Tanggung jawabberdasarkan hati nurani, ikhlas,
dan amanah menjadi pejabat.
b. Selalu menghormati orang yang melaksanakan ibadah.
c. Menghargai harkat dan martabat manusia yang
sederajat.
d. Pengakuan kebersamaan dalam keberagaman.
e. Menghilangkan politik dinasti
(kekuasaan turun menurun ; dari orang tua ke anaknya)
9. Berikut ini pernyataan yang merupakan cerminan dari sila kedua,
kecuali ….
a. Menghargai dan mengapresiasi karya orang lain.
b. Keluhuran budi, sopan santun dan asusila.
c. Tata pergaulan dunia yang universal.
d. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
e. Acuh terhadap tetangga yang
kesusahan dan senantiasa bersombong diri.
10. Pernyataan berikut ini
merupakan sikap positif terhadap Pancasila sila keempat, kecuali ….
a. Mufakat atas kehendak bersama.
b. Memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan
pendapat.
c. Melaksanakan hasil musyawarah dengan ikhlas.
d. Otoriter dalam memimpin,
selalu memandang buluh dan memihak terhadap suatu golongan.
e. Selalu musyawarah dalam menyelesaikan masalah
dan mengutamakan kepentingan bersama.
11. Pernyataan berikut ini
adalah sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka, keculai ….
a. Menjadikan Pencasila sebagai pedoman dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
b. Mengutamakan kepentingan umum daripada golongan/pribadi.
c. Menganggap Pancasila sebagai
aturan yang kuno dan mengacuhkannya.
d. Menerima budaya asing yang masuk dengan syarat harus sesuai dengan
makna Pancasila.
e. Menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup
dalam bergaul di lingkungan masyarakat.
12. Contoh perilaku negative
terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka, kecuali ….
a. Merusak dan tidak mempedulikan lingkungan hidup.
b. Melakukan tindakan diskriminasi.
c. Selalu aktif dalam kegiatan
kerja bakti yang dilaksanakan di daerah tempat tinggal.
d. Memilih – milih bergaul dengan orang yang dianggap sederajat saja.
e. Menyelesaikan masalah tanpa musyawarah dan
memihak pada suatu kelompok.
13. Contoh perilaku positif
terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka adalah ….
a. Mengutamakan kepentingan pribadi/golongan
daripada kepentingan umum.
b. Berusaha menyampaikan
pendapat yang menuju kebaikan dalam kegiatan diskusi.
c. Menciptakan kerusuhan dalam pergaulan di
lingkungan masyarakat.
d. Mencela dan menganggap remeh suku/golongan lain.
e. Menganggap sesat agama lain selain agama yang
diyakini.
14. Rani adalah anak yang
rendah hati dan ramah. Ia memiliki banyak teman karena sikapnya yang tidak
terlalu memilih-milih teman yang tertentu saja. Perilaku Rani merupakan cermina
dari Pancasila sila ke ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
15. Pak Banu adalah pemimpin
yang otoriter dalam memimpin suatu lembaga. Dalam menyelesaikan suatu masalah
pun beliau selalu memihak suatu golongan yang kenal dekat dengannya. Perilaku
Pak Banu merupakan perilaku yang sangat bertentangan dengan Pancasila sila ke
….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
16. Romi adalah anak yang
pandai dan berprestasi di sekolah sehingga pada suatu kesempatan ia dipilih
para guru untuk dapat memimpin suatu acara. Sesuai dengan Pancasila perilaku
Romi sebagai pemimpin yang tepat adalah ….
a. Melaksanakannya dengan sesuka hati tanpa
memepedulikan tugas yang ditanggungya.
b. Berlaku terlalu tegas dan kaku serta mengacuhkan pendapat yang
disampaikan anggotanya.
c. Berlaku adil, jujur dan
tanggung jawab dalam mengemban tugasnya.
d. Memihak pada suatu golongan/pribadi yang menurutnya bermanfaat
baginya.
e. Bersombong diri serta meremehkan tugas yang
ditanggungnya.
17. Imam merupakan seorang
muslim yang sangat khusyu’ dalam ibadahnya. Namun pada suatu ketika, seorang
guru memasangkan dia berkelompok dengan seorang non-muslim. Perilaku Imam yang
tepat dan sesuai dengan makna Pancasila, kecuali ….
a. Menghargai apapun yang dilakukan oleh non-muslim
tersebut.
b. Meremehkan dan mengacuhkan
non-muslim tersebut.
c. Melaksanakan tugas yang telah diberikan dengan
ikhlas dan tanggung jawab.
d. Menghormati non-muslim tersebut dalam melaksanakan ibadahnya.
e. Tetap rajin beribadah seperti biasa dan meminta
pengertian dari non-muslim tersebut.
18. Linda merupakan anak
yang sangat detail dalam memenuhi seluruh kebutuhannya dalam hidup. Ia selalu
mengatur kebutuhan jasmani, rohani, materi, dan spiritual secara seimbang.
Perilaku Linda merupakan cerminan Pancasila sila ke ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
19. Cinta tanah air dan menjaga
lingkungan sekitar serta ikut usaha pembelaan negara sesuai dengan profesi
masing-masing orang merupakan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideology
terbuka sila ke ….
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
20. Perhatikan perilaku-perilaku
di bawah ini!
1) Ira selalu merawat dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar
rumahnya.
2) Riko selalu terlibat tawuran demi kebersamaan terhadap
teman-temannya.
3) Opi rajin belajar untuk meraih cita-citanya dan membanggakan orangtua
dan negara.
4) Liu rajin menjalankan ibadah sesuai syariat agama yang diyakini.
Perilaku di atas yang sesuai dengan sikap
positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka , kecuali ….
a. 1)
b. 2) dan 3)
c. 2)
d. 3) dan 4)
e. 4)
21. Perhatikan
perilaku-perilaku di bawah ini!
1) Opi rajin belajar untuk meraih cita-citanya dan membanggakan
orangtua dan negara.
2) Ira selalu merawat dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar
rumahnya.
3) Liu rajin menjalankan ibadah sesuai syariat agama yang diyakini.
4) Riko selalu terlibat tawuran demi kebersamaan terhadap
teman-temannya.
Perilaku di atas yang sesuai dengan sikap
positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka sila ketiga adalah ….
a. 1)
b. 2)
c. 3)
d. 4)
e. semua salah
22. Perhatikan
perilaku-perilaku di bawah ini!
1) Opi rajin belajar untuk meraih cita-citanya dan membanggakan
orangtua dan negara.
2) Ira selalu merawat dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar
rumahnya.
3) Liu rajin menjalankan ibadah sesuai syariat agama yang diyakini.
4) Riko selalu terlibat tawuran demi kebersamaan terhadap
teman-temannya.
Perilaku di atas yang sesuai dengan sikap
positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka sila pertama adalah ….
a. 1)
b. 2)
c. 3)
d. 4)
e. semua benar
23. Perhatikan
perilaku-perilaku di bawah ini!
1) Riko selalu terlibat tawuran demi kebersamaan terhadap
teman-temannya.
2) Opi rajin belajar untuk meraih cita-citanya dan membanggakan
orangtua dan negara.
3) Liu rajin menjalankan ibadah sesuai syariat agama yang diyakini.
4) Ira selalu merawat dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar
rumahnya.
Perilaku di atas yang sesuai dengan sikap
positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka sila kelima adalah ….
a. 1)
b. 2)
c. 3)
d. 4)
e. semua benar
24. Ani setiap di kelas
selalu tidak nyaman karena teman-temannya mendiskriminasi Ani karena dia
miskin. Hal tersebut merupakan pengamalan negatif pada sila ke . . .
a. sila ke 1
b. sila ke 2
c. sila ke 3
d. sila ke 4
e. sila ke 5
25. Dibawah ini yang bukan
sikap postif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah . . .
a. tidak membeda-bedakan antar agama
b. saling tolong menolang demi kebaikan bersama
c. menjadikan ideologi
kapitalisme sebagai panutan berbangsa
d. menghargai hak-hak yang dimiliki orang lain
e. rela berkorban demi orang lain
26. Di bawah ini yang
termasuk sikap negatif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka, kecuali
. . .
a. melakukan diskriminasi terhadap sesama
b. mencapai musyawarah mufakat
c. melakukan demonstrasi yang tidak sesuai dengan
aturan-aturan hukum
d. saling memaksakan kehendak
e. mementingkan kepentingan pribadi dari pada
kepentingan umum
27. Mengakui dan menghargai
keberadaan orang lain termasuk sikap positif Pancasila pada sila ke . . .
a. sila ke 1
b. sila ke 2
c. sila ke 3
d. sila ke 4
e. sila ke 5
28. Menunjukan
kehidupan kebangsaan yang bebas dan tidak memaksakan kehendak merupakan sikap
positif terhadap Pancasila pada sila ke . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
29. Pengakuan
dan kebersamaan dalam keberagaman,tidak memaksakan agama lain,merasa senasib
sepenanggungan adalah sikap positif terhadap Pancasila pada . . .
a. sila ke 1
b. sila ke 2
c. sila ke 3
d. sila ke 4
e. sila ke 5
30. Indonesia adalah bangsa
yang demokratis. Pengertian demokratis adalah . . .
a. semua keputusan dari pemerintah
b. pemerintah adalah kekuasaan paling tinggi
c. bangsa yang untuk rakyat,
dari rakyat dan ke rakyat
d. membatasi hak pilih rakyat
e. pemerintah mengambil alih kekuasaan
31. Pernyataan berikut yang
sesuai dengan pengamalan Pancasila sila ke 4 adalah . . .
a. menyelesaikan masalah dengan
musyawarah untuk mencapai mufakat
b. melaksanakan sholat 5 waktu
c. tidak membeda-bedakan kedudukan
d. cinta tanah air sendiri
e. mencintai budaya bangsa sendiri
32. Pernyataan yang bukan
contoh perilaku konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah
....
a. mengikuti pemilu secara jujur
b. melakukan demonstrasi secara
anarkis
c. melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat
d. rela berkorban untuk kepentingan bangsa
e. menghormati pendapat orang lain
33. Sikap positif yang tidak
terkandung dalam sila ke-5 adalah ....
a. menghargai hasil karya orang
lain
b. melaksanakan hidup sederhana
c. menerapkan keadilan bagi sesama
d. mengupayakan kesejahteraan rakyat
e. menyayangi sesama manusia
34. Pernyataan yang bukan
merupakan penyebutan untuk Pancasila adalah ....
a. Pancasila sebagai pedoman
hidup bangsa Indonesia
b. Pancasila sebagai dasar negara Republik
Indonesia
c. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
Indonesia
d. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
e. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
35. Berikut adalah
sikap-sikap terhadap Pancasila
1) Lebih menyukai produk dalam negeri
2) Melakukan hal anarkis hingga membuat malu bangsa
Indonesia
3) Saling menjatuhkan antar sesama
4) Saling gotong royong dan bahu membahu
5) Musyawarah untuk mufakat
6) selalu melaksanakan kewajiban sebagai warga
negara Indonesia
Pernyataan di atas yang termasuk sikap negatif
terhadap Pancasila adalah . . .
a. 1), 3), dan 5)
b. 3), 5), dan 6)
c. 1), 4), dan 5)
d. 1), 2), dan 3)
e. 2), 3), dan 4)
36. Berikut adalah
sikap-sikap terhadap Pancasila
1) Lebih menyukai produk dalam negeri
2) Melakukan hal anarkis hingga membuat malu bangsa
Indonesia
3) Saling menjatuhkan antar sesama
4) Saling gotong royong dan bahu membahu
5) Musyawarah untuk mufakat
6) selalu melaksanakan kewajiban sebagai warga
negara Indonesia
Pernyataan di atas yang termasuk sikap positif
terhadap Pancasila sila ke 4 adalah . . .
a. 1), 3), dan 5)
b. 5 saja
c. 1), 4), dan 5)
d. 1), 2), dan 3)
e. 2), 3), dan 4)
37. Kemanusiaan merupakan
suatu amalan dari sila ke . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
38. Contoh dari
menjaga kelesatarian budaya sendiri adalah . . .
a. melakukan latihan seni tari
daerah Jawa timur tiap minggu
b. menggunakan pakaian yang minim
c. lebih menyukai gaya berpakaian orang barat
d. lebih menyukai tarian-tarian luar yang tidak sesuai dengan norma
e. lebih menyukai barang-barang luar negeri
39. Menjaga persatuan dan
kesatuan bangsa merupakan sikap positif Pancasila sila ke . . .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
40. Musyawarah untuk
mencapai sebuah . . .
a. mufakat
b. perselisihan
c. hadiah
d. pertikaian
e. hasil
Langganan:
Postingan (Atom)




